Judul : Ngaji Al-Minahus Saniyyah
Penulis : ‘Abdul Wahhab Al-Sya’rani
ISBN : 978-634-04-1859-0
Dimensi : 13 x 20,5cm
Halaman : 260 hlm/HC/Creamy Paper
Bulan Terbit : September 2025
Harga : Rp99.000
SINOPSIS:
Dalam kitab tipis tapi legendaris ini, Syekh al-Sya‘rani menjelaskan nasihat-nasihat Syekh Abî Ishâq Ibrâhîm al-Matbûlî—kakek-gurunya—tentang tahapan seorang hamba dalam menempuh jalan spiritual menuju Allah: mulai dari tobat, meninggalkan hal-hal mubah, menghindari riya, tidak menyakiti makhluk, hingga selalu berzikir kepada Allah. Laksana menaiki tangga ruhani, tahapan itu saling berkaitan satu sama lain. Bila salah satunya ditinggalkan, sang hamba tidak akan sampai ke tujuannya.
Dari ulasan kitab ini kita dapat memetik berbagai pengetahuan sangat penting, antara lain: Apa pengaruh makanan terhadap jiwa seseorang? Bagaimana kejiwaan bayi yang terlahir dari persetubuhan yang tidak didahului dengan pengucapan basmalah. Apa yang tertulis di pintu surga? Siapakah orang terbaik dan terjahat? Bagaimana agar terbebas dari segala dosa? Apa rahasia shalat tepat waktu? Dan, masih banyak lagi yang sangat menarik untuk disimak.
Rampai nasihat ulama klasik ini sangat mengena ke jantung hati karena memang merupakan hasil pengalaman mengamalkan ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan hadis yang diperinci dengan penjelasan fuqaha dan urafa. Misalnya, tentang tobat. Syekh al-Sya’rani menjelaskan mengapa perlu istiqamah dalam tobat. Tobat itu berat. Orang bertobat menghadapi kesulitan-kesulitan dan tantangan-tantangan Karena itu harus bertahap. Ada tahap permulaan (bidayah) dan tahap puncaknya (nihayah). Lalu, meninggalkan hal-hal mubah untuk meningkat ke maqam lebih tinggi; menghindari riya agar amal tak sia-sia; tidak menyakiti makhluk, sebab hal itu merupakan racun yang akan membunuh pelakunya; dan seterusnya.
Gaya bahasanya simpel dan mudah dipahami, sehingga sangat cocok bagi semua kalangan yang sedang mendekatkan diri kepada Allah.
Isi Buku
BAGIAN PERTAMA: PROFIL AL-SYA‘RANI
Profil al-Sya‘rani
- Nama dan Nasab
- Lahir
- Kedudukan Ilmiah
- Guru
- Karya
- Kutipan-Kutipan al-Sya‘rani
- Wafat
BAGIAN KEDUA: AL-MINAHUS SANIYYAH
PESAN 1: “Saudaraku, kau harus istikamah dalam bertobat.”
PESAN 2: “Tinggalkan hal-hal mubah demi naik ke posisi-posisi (al-maqâm) tinggi!”
PESAN 3: “Hati-hati terhadap bentuk-bentuk riya yang halus!”
PESAN 4: “Hati-hati juga: Jangan sampai menyakiti sesama makhluk!”
PESAN 5: “Hati-hati juga: Jangan sampai mengonsumsi makanan tidak halal!”
PESAN 6: “Hati-hati juga terhadap rasa malu yang bersifat tabiat!”
PESAN 7: “Hati-hati juga: Jangan curang dalam bekerja!”
PESAN 8: “Perangilah nafsumu!”
PESAN 9: “Perangi nafsumu melalui rasa lapar!”
PESAN 10: “Perangi nafsumu melalui rasa lapar yang ekstrem dan terjaga malam yang ekstrem. Buatlah nafsumu kepayahan melalui amalan-amalan berat.”
PESAN 11: “Kurangi tidur sebanyak mungkin!”
PESAN 12: “Lakukanlah uzlah!”
PESAN 13: “Tetaplah diam!”
PESAN 14: “Jangan tinggalkan shalat malam!”
PESAN 15: “Hendaknya shalat malam dikerjakan di rumahmu.”
PESAN 16: “Kerjakan shalat malam hanya setelah lewat paruh pertama malam.”
PESAN 17: “Jangan tinggalkan shalat berjamaah!”
PESAN 18: “Jangan menzalimi (melanggar) hak para hamba!”
PESAN 19: “Banyak-banyaklah beristigfar!”
PESAN 20: “Milikilah rasa malu!”
PESAN 21: “Juga, milikilah adab, Saudaraku!”
PESAN 22: “Jangan melupakan Allah!”
PESAN 23: “Jangan tinggalkan zikir meski zikirmu tidak khusyuk!”
PESAN 24: “Jangan tinggalkan zikir! Sebab, zikir adalah pilar utama jalan menuju Allah. Ia lebih besar dibanding shalat.”
PESAN 25: “Ketahuilah bahwa zikir itu terkait dengan kewalian.”
PESAN 26: “Ketahuilah bahwa zikir lebih cepat membuka hati dibandingkan dengan semua ibadah.”
PESAN 27: “Ketahuilah bahwa seseorang bisa sampai di hadirat Allah hanya melalui zikir.”
PESAN 28: “Seseorang bisa mendapatkan kasyaf dan keikhlasan sempurna tidak lain hanya melalui zikir.”
PESAN 29: “Perbanyaklah zikir kepada Allah karena bisa mendatangkan rahmat.”
PESAN 30: “Ketahuilah bahwa zikir kepada Allah bisa menghilangkan kegundahan yang menimpa manusia di dunia ini.”
PESAN 31: “Ketahuilah bahwa zikir kepada Allah bisa menghilangkan sifat keras dalam hati.”
PESAN 32: “Ketahuilah bahwa melanggengkan zikir kepada Allah bisa meredakan penyakit-penyakit batin.”
PESAN 33: “Ketahuilah bahwa melanggengkan zikir kepada Allah bisa menghalau bisikan-bisikan setan.”
PESAN 34: “Ketahuilah bahwa zikir kepada Allah bisa menghalau petaka.”
PESAN 35: “Perbanyaklah berzikir kepada Allah karena bisa mencegah setan menunggangi kita.”
PESAN 36: “Jangan menyertakan selain Allah saat berzikir kepada-Nya!”
