| Judul | : | Perjalanan Ruh Kita |
| Sejak Ditiupkan Hingga Setelah Kematian | ||
| Penulis | : | Imam al-Ghazali |
| ISBN | : | 978-623-6219-73-7 |
| Dimensi | : | 13 x 20,5cm |
| Halaman | : | 236 hlm/SC/Creamy Paper |
| Bulan Terbit | : | Februari 2026 |
Sinopsis
Buku ini menyajikan potret komprehensif mengenai perjalanan panjang ruh. Mulai dari alam rahim, detik-detik sakratulmaut, alam kubur, Hari Kebangkitan, hingga terminal akhir surga atau neraka.
Imam Al-Ghazali tidak hanya menyajikan data dari Al-Qur’an dan hadis, tetapi juga menyusun narasi batin yang menyentuh kesadaran mengenai hakikat kehidupan setelah kematian.
Ulasannya mencakup beberapa fase krusial. Di antaranya,
- Sakratulmaut dan Alam Kubur; menjelaskan bagaimana ruh berpisah dari tubuh dan menghadapi ujian pertama di alam kubur.
- Huru-hara Padang Mahsyar; menggambarkan kengerian Hari Kebangkitan. Setiap manusia akan diadili secara personal oleh Allah.
- Syafaat dan Ampunan; menitikberatkan pada luasnya rahmat Allah. Bagaimana para pelaku dosa besar keluar dari neraka berkat syafaat setelah mereka dibersihkan.
Buku klasik ini bukan sekadar pengingat keras tentang akhirat, melainkan juga panduan spiritual yang mengajak pembaca untuk merenungi tujuan hakiki hidup di dunia ini dan hakikat kepulangan menuju dunia berikutnya.
Bagian dua menukik lebih dalam: Bagaimana ruh mengada, ditiupkan ke dalam diri kita? Setelah itu, apa yang dilakukan “ruh” setelah kematian dan kehancuran tubuh? Siapakah yang merasakan nikmat atau siksa akhirat, ruh atau jasad, ataukah keduanya? Apa hakikat realitas-realitas malakuti—seperti Qalam, Lauh Mahfuz, syafaat, dan lain-lain?
Selamat mengunduh untaian mutiara pemikiran eskatologis dari Sang Hujjatul Islam. Sebuah karya klasik, menukik, dan mendidik.
Isi Buku
Mengenal Imam Al-Ghazali 7
Bagian Pertama: Mutiara Ilmu tentang Perjalanan Menuju Akhirat
Mukadimah
- Di Alam Rahim
- Kondisi Saat Sakratulmaut dan Sesaat Setelah Manusia Mati
- Menjawab Pertanyaan Munkar-Nakir
- Orang Mati Bisa Merasakan Akibat Kelakuan Orang Hidup
- Kondisi Ruh di Alam Kubur
- Kondisi Manusia Saat Dibangkitkan
- Masa Penantian di antara Dua Tiupan Sangkakala
- Kondisi di Padang Mahsyar
- Mizan dan Hisab
- Pemanggilan Manusia di Padang Mahsyar
Bagian Kedua: Hakikat Ruh dan Nasib Akhirnya
Pengantar
- Makna Peniupan Ruh
- Bagaimana dan Kapan Materi Bersatu dengan Ruh?
- Apakah Makna Nafkh dalam Ayat Itu?
- Limpahan Allah
- Hakikat Ruh Manusia
- Bukti bahwa Ruh Tidak Dapat Terbagi
- Apakah Ruh Bersatu dengan Tubuh atau Berpisah darinya?
- Dunia Materi dan Dunia Penciptaan
- Bagaimana Ruh Mengada?
- Kondisi Ruh dan Perbedaan Mereka Setelah Kematian
- Makna Shûrah, Forma, atau Rupa
- Pena Dan Lembaran yang Terjaga (Al-Lawh Al-Mahfûzh)
- Hari Kiamat dan Kebangkitan Tubuh
- Bersatunya Kembali Ruh dengan Tubuh
- Timbangan (Mîzân) di Hari Perhitungan
- Syafaat Nabi saw.
- Jembatan
- Kebahagiaan Fisikal dan Spiritual di Surga
- Azab Kubur dan Penderitaan Manusia di Dalam Neraka
- Pertukaran antara Kebajikan dan Keburukan
- Menyaksikan Tuhan dan Nabi saw.
- Perbedaan antara Perumpamaan dan Penyerupaan
