Rp 70.000

Pesan Lewat WhatsApp
Judul : Rahasia Ikhlas
Metode Berperilaku Lurus dan Berperilaku Tulus Tanpa Batas
Penulis : Syekh Izzuddin bin Abdussalam
ISBN : 978-634-04-7361-2
Dimensi : 13 x 20,5cm
Halaman : 240 hlm/SC/Bookpaper
Terbit : Februari 2026

SINOPSIS

Semua tahu, ikhlas merupakan ruh segala amal. Selain menjadi penentu diterima-tidaknya amal kita di sisi Allah, hati yang ikhlas adalah sumber kebahagiaan dan kesuksesan kita.

Tapi, meski tahu, apakah kita mau dan mampu untuk ikhlas? Ikhlas seperti apa? Bagaimana caranya? Bukankah ikhlas sudah menjadi kata populer yang nyaris kehilangan makna sejatinya?

Lahir dari kedalaman makrifat seorang psikolog-muslim klasik, buku ini menuntun kita untuk berlatih ikhlas. Kepura-puraan yang kerap tak kita sadari dalam beramal dikupas, lapis demi lapis. Tak lagi disodori definisi, kita dilatih mendiagnosis beragam penyakit hati sekaligus cara mengobatinya. Praktis, sistematis, dan detail—menyengat kita betapa bukan penghambaan kepada Allah yang acap kita pertunjukan saat beramal, melainkan kesombongan dan riya.

Buku ini mengingatkan kita bahwa tiap perbuatan—yang sedemikian baik di mata manusia sekalipun—bisa sia-sia (musnah pahala dan manfaatnya) tanpa mengajak bicara kalbu kita. “Berinteraksilah dengan hati Anda,” tutur Syekh, “sapu kotorannya dan sirami benih kekilauannya sehingga setiap perbuatan baik senantiasa memancar dari hati yang tulus!”

 

DAFTAR ISI

Ya Allah, mudahkanlah!

  1. Simak dengan Baik Hal-Hal yang Patut Disimak
  2. Hak-Hak Allah yang Harus Dipelihara
  3. Cara Mendekat pada Allah
  4. Buah Takwa
  5. Periksa Ketakwaan Lewat Anggota Badan dan Perasaan
  6. Awal Menuju Allah
  7. Renungkan Perbuatan yang Sudah dan akan Dilakukan
  8. Mawas Diri terhadap Perbuatan Baik dan Buruk
  9. Tingkat Kesulitan Takwa dan Muhasabah
  10. Agar Takwa Terasa Mudah dan Ringan
  11. Boleh Takut karena Ingat Akhirat, tapi Jangan Berlebihan
  12. Tepis Bisikan Setan dan Nafsu
  13. Pelihara Hak-Hak Allah dengan Benar
  14. Dahulukan yang Patut Didahulukan
  15. Perkara Haram dan Syubhat tak Boleh Menopang Pelaksanaan Kewajiban
  16. Dahulukan Kewajiban yang Lebih Mendesak
  17. Jangan Jadikan Warak sebagai Dalih Perbuatan Haram
  18. Jangan Telantarkan Kewajiban dengan Alasan Kesempurnaan
  19. Jalankan Ibadah Sunnah Berdasarkan Tingkatannya
  20. Dua Ibadah Berderajat Sama, Mana yang Didahulukan?
  21. Agar Senantiasa Bertakwa
  22. Luruskan Niat Sebelum Beribadah
  23. Ikhlas atau Riya?
  24. Kenapa Kita Riya?
  25. Riya Agar tak Dicela
  26. Riya Agar Beroleh Keuntungan dari Orang Lain
  27. Buah Kesalehanlah Motivasi Riya
  28. Kiat Memberangus Riya
  29. Pelaku dan Sarana Riya
  30. Cara Menepis Riya yang Dibisikkan Setan
  31. Cara Menepis Riya saat Beribadah
  32. Hukum Mewaspadai Godaan Setan
  33. Meninggalkan Ibadah karena Takut Riya?
  34. Kapan Kita Rentan terhadap Riya dan Sum‘ah?
  35. Tingkatan Riya dan Sum‘ah
  36. Sifat-Sifat Tercela Akibat Riya
  37. Tips Mengenali dan Mengusir Riya
  38. Bolehkah Bahagia karena Ibadah Kita Diketahui Orang Lain?
  39. Jangan Beribadah Sebelum Benar-Benar Ikhlas!
  40. Niat Hakiki dan Niat Hukmi
  41. Agar Senantiasa Ikhlas Kala Mengajari dan Membantu Orang
  42. Agar Tetap Ikhlas Ketika Ibadah Dilihat Orang Lain
  43. Hakikat Riya dan Ikhlas
  44. Perbuatan yang tak Mungkin Dilakukan dengan Ikhlas
  45. Jika tak Tergerak saat Disuruh Beribadah
  46. Jika Awalnya Riya tapi Akhirnya Ikhlas
  47. Jika Tidak Bisa Tenang karena Dipuji Orang
  48. Haruskah Meninggalkan Ibadah karena Takut Dianggap Riya?
  49. Bolehkah Memperlihatkan Ibadah supaya Ditiru?
  50. Bolehkah Menceritakan Kebaikan Sendiri?
  51. Ibadah Tertutup Lebih Utama daripada Ibadah Terbuka
  52. Kapan Harus Meninggalkan Ibadah karena Takut Riya?
  53. Ibadah Umum dan Ibadah Khusus
  54. Bolehkah Beribadah karena Ingin Dicintai Orang?
  55. Patutkah Gelisah Jika Kekurangan Ibadah Diketahui Orang?
  56. Bolehkah Menceritakan Perbuatan Maksiat?
  57. Perbedaan Malu dan Riya
  58. Ikhwal Mencela Pelaku Maksiat
  59. Perlakukan dengan Setara Para Pemuji dan Pencela
  60. Jangan Jadikan Riya sebagai Sarana Menaati Allah
  61. Agar Ikhlas saat Mencontoh Ibadah Orang
  62. Jangan Berpura-pura
  63. Pura-Pura Pingsan
  64. Cara Mengusir Keinginan Berpura-Pura
  65. Jika Tambah Khusyuk Ketika Dilihat Orang
  66. Cara Menggauli Orang Kaya dan Orang Miskin
  67. Cara Menjauhi Maksiat
  68. Cara Menyikapi Teman yang Pemaksiat
  69. Hawa Nafsu adalah Musuh Terbesar
  70. Waspadalah, Ujub Selalu Mengintaimu
  71. Ujub Terselip di Balik Kesempurnaan
  72. Cara Menepis Ujub
  73. Cara Menepis Ujub atas Pendapat yang Salah
  74. Cara Menepis Ujub atas Hal-Hal Keduniawian
  75. Sombong
  76. Sombong dengan Ilmu
  77. Sombong dengan Amal
  78. Sombong karena Riya
  79. Ujub dan Sombong Terselip di Balik Nikmat dan Karunia
  80. Sombong dengan Karunia Duniawi
  81. Cara Menepis Rasa Sombong
  82. Jangan Sombong kepada Orang yang Lebih Buruk Darimu
  83. Perbedaan Iri dan Berlomba-lomba
  84. Usir Rasa Dengki
  85. Akibat Iri
  86. Dosa dan Akibat Iri
  87. Jangan Tertipu
  88. Cegah Diri dari Maksiat
  89. Ragam Orang Tertipu
  90. Akhlak Hamba saat Tidur dan Terjaga
  91. Waspadalah, Setan Dengki Jika Engkau Istikamah

Senarai Rujukan

Informasi Tambahan

Berat 242 gram
Dimensi 20,5 × 13 × 1 cm
Copyright © 2026 Layanan Reseller Penerbit Qaf